Masjid Miftahul Khayr Kota Makassar, Masjid Tua Yang Tampil Moderen

Post oleh : Hariyanto Wijoyo | Rilis : 07.57 | Series :

Sahabat-sahibit blogger se-dunia, bila kalian datang berkunjung ke kota Makassar, jangan lupa mampir untuk berwisata religi di salah satu masjid tua yang ada di Kota Makassar, yaitu Masjid Miftahul Khayr. Masjid yang didirikan sekitar tahun lima puluhan ini, kini sudah di makeover secara keseluruhan, hingga tak nampak lagi bangunan tua-nya yang renta, berganti dengan bangunan dua lantai yang megah.

Masjid yang terletak di Jalan Sungai Walanae Nomor 50, Kelurahan Maricaya Baru, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini mengalami renovasi secara total dimulai sejak bulan April 1996. Seluruh bangunan lamanya dihancurkan tanpa tersisa sama sekali, agar pembangunan kembali masjid Miftahul Khayr bisa terlaksana sesuai yang direncanakan oleh Panitia Pembangunan dan Pengelola Masjid Miftahul Khayr, yang waktu itu dikomandani oleh Bapak (alm.)Haji Alimuddin S dan Bapak (alm.) Muhammad Rauf. Secara defacto, namaku juga tercantum dalam susunan kepanitiaan tersebut.

Tahun berganti tahun, sudah banyak dari angggota kepanitiaan yang telah mendahului kita menghadap Sang Khalik, meninggalkan tugas dan amanah untuk tetap mengembangkan dan membangun masjid Miftahul Khayr. Saat ini (tahun 2016) yang menjadi ketua pengelola masjid adalah Bapak Haji Yusuf, sementara bendaharanya dipegang oleh Bapak Haji Sahlan.
Perbandingan Papan Nama Masjid tahun 1996 (kiri) dan tahun 2016 (kanan)

Perbandingan Masjid Miftahul Khayr sebelum direnovasi (1996 - kiri) dan sesudah direnovasi (2016 - kanan)

Perbandingan Interior Mihrab sebelum direnovasi (1996 - kiri) dan sesudah direnovasi (2016 - kanan)

Kini Masjid Miftahul Khayr, yang kalau dihitung hingga sekarang, sudah berusia tujuh puluh tahun, sudah tampil beda, tak terlihat lagi sedikitpun sisa bangunan lamanya. Design eksteriornya bernuansa Timur Tengah nan moderen yang nampak dari konstruksi menara masjid yang berjumlah dua buah. Warna hijau dan putih mendominasi seluruh dindingnya, tapi di menara, permainan warna terlihat lebih dinamis.

Sementara interiornya menggambarkan nuansa lokal, ini terlihat dari pilihan warna merah muda untuk tiang dan dinding, dimana warna ini adalah warna khas yang banyak digunakan di rumah rumah tradisionil masyarakat Bugis Makassar.

Sebuah mimbar terbuat dari kayu dengan ukiran Jepara terlihat anggun berada di bawah mihrab, sedangkan mihrab-nya penuh dihiasi dengan hiasan kaligrafi. Dan di atas mihrab terlihat hiasan kaligrafi terbuat dari alumunium berlafas ALLAH dan MUHAMMAD mengapit hiasan bulan bintang. Sementara backgroundnya menggambarkan langit luar angkasa, saat malam tiba hiasan itu akan hidup dengan nyala lampu hijau yang muncul membayanginya.

Bagian bawah kubah utamanya dihiasi dengan lukisan awan memberi kesan ruangan menjadi lebih luas. Tak mau ketinggalan dengan inovasi teknologi dunia moderen, pengelola masjid juga memakai beberapa teknologi terkini, seperti misalnya untuk keamanan, pengelola memasang CCTV di beberapa sudut, sehingga bisa memantau kondisi masjid setiap saat. Selain itu, beberapa Air Conditioner juga terpasang di dinding, untuk menyejukkan ruangan, agar ibadah bisa lebih kusyuk adanya.


Suasana Menjelang Sholat Dhuhur Berjamaah

Tempat wudhu dan toilet-nya dibuat dua, satu untuk wanita yang terletak di sebelah kiri masjid, dan untuk pria di sebelah kanan masjid. Pengelola juga membuatkan satu kamar mandi yang diletakkan di luar masjid, di sebelah kanan, diperuntukkan bagi para musafir yang membutuhkan toilet atau kamar mandi, bila kebelet ingin buang air, atau ingin mandi.,,dan air-nya dijamin mengalir 24 jam nonstop, insya ALLAH.

Saat ini aktifitas masjid terlihat mulai bergairah dalam menebarkan syiar Islam, selain sholat rawatib, dan sholat sunnah lainnya serta amalan-amalan masjid lainnya, kini lebih hidup lagi dengan adanya santri-santri cilik yang belajar ngaji saat sore sesudah sholat Ashar di TPA Miftahul Khayr. Dan setiap Senin malam dan Rabu Malam, ada ceramah dan kajian agama yang rutin dilakukan setiap minggunya.

Itulah sekilas mengenai Masjid Miftahul Khayr Kota Makassar, masjid tua yang tampil moderen. Ini juga adalah kesempatan bagi sahabat-sahibit blogger sedunia, untuk memakmurkan dan beramal sesuai kemampuan masing-masing, sebagaimana firman ALLAH SWT “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid ALLAH ialah orang yang beriman kepada ALLAH dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan Zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada ALLAH” [QS 9:8].

Tabe, salama’ ki’
Keep Happy Blogging Always, Mari Ki’ Di’ :-)

google+

linkedin

4 komentar

Tulis komentar
avatar
13 Januari 2016 12.13

aku suka lihat mesjid yang punya ceriat sejarah di dalamnya. Kadang tiap bagian mesjid ada ceritanya sendiri. Kapan ya bisa ke Makasar???

Reply
avatar
13 Januari 2016 18.37

Ada rasa tak sabar
Ingin berkunjung ke Makasar
Dan mampir di Masjid tidak sebentar...

Reply
avatar
Titik Asa
Admin
20 Januari 2016 07.00

Masjidnya jadi terlihat megah dan menawan.
Semoga kian banyak jamaah yang beribadah disana.

Salam,

Reply
avatar
4 Juli 2017 01.30

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

Reply