Masjid Agung Syuhada Yogyakarta

Post oleh : Hariyanto Wijoyo | Rilis : 09.13 | Series :
Masjid Agung Syuhada Yogyakarta

Assalamualaikum ayuhai sahabat-sahibit blogger se-dunia di manapun kalian beraktifitas. Dalam perjalanan “Blogger Penjelajah Masjid” ke Propinsi Yogyakarta (08-12032015) saya menyempatkan diri menjelajahi Masjid Syuhada Yogyakarta atau Masjid Agung Syuhada Yogyakarta, yang konon kabarnya merupakan pemberian Presiden Indonesia saat itu, Ir.Soekarno, kepada para pejuang kemerdekaan di Yogyakarta.

Masjid ini yang dikenal juga sebagai masjid nasionalis, terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka 13, Kotabaru Yogyakarta ini memilki nilai historis yang teramat sangat, sebab masjid ini didirikan dan merupakan peninggalan pemerintah Republik Indonesia, yang pernah menjadikan Yogyakarta sebagai pusat pemerintahan Negara Indonesia, sesuai namanya masjid ini dibangun untuk mengenang para syuhada atau para pejuang Indonesia yang telah berjuang dengan mengorbankan jiwa raga demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sebagaimana tertulis pada prasasti yang terletak di halaman masjid, peletakan batu pertama yang menandakan dimulainya pembangunan Masjid Syuhada dilakukan pada tanggal 23 September 1950Masehi bertepatan dengan tanggal 11 Dzulhijjah 1369Hijriyah, oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Di mana pada tahun sebelumya yaitu tahun 1949, telah dibentuk Panitia Pembangunan Masjid Syuhada. Adapun yang bertindak sebagai Ketua Panitia adalah Mr. Assaat, dan wakilnya adalah B.P.H.Prabuningrat.

Sedangkan Ki Moesa Machfoeld sebagai Pemimpin Pembangunan, Supono sebagai Kepala Pelaksana dan Ir. R. Feenstra sebagai Penasihat Teknik. Lalu Menteri Agama pada saat itu, K.H.Masjkur melantik susunan Panitia Pembangunan Masjid Syuhada pada tanggal 14 Oktober 1949. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1950 dilakukan penetapan garis kiblat oleh K.H.Badawi.

Masjid Agung Syuhada Yogyakarta
Prasasti di halaman masjid yang memuat sekilas sejarah Masjid Syuhada Yogyakarta

Selama dua tahun, 1950-1952, Masjid Syuhada Yogyakarta dibangun, dan kemudian diresmikan pada tanggal 20 September 1952 Masehi bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1372 Hijriyah. Pada tanggal 25 Mei 1952 berdiri Yayasan Asrama dan Masjid (YASMA), selanjutnya kepengurusan masjid diserahkan kepada YASMA selaku Badan Wakaf dibawah perlindungan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Kalau dilihat dari desain dan arsitektur Masjid Syudaha yang mampu menampung sekitar 1.000 jamaah, merupakan wujud simbolis yang memiliki arti tersendiri, seperti anak tangga dibagian depan yang berjumlah 17, tiang gapura yang berbentuk delapan segi serta empat kupel bawah dan lima kupel bagian atas, melambangkan hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 45.

Masjid Agung Syuhada Yogyakarta
Inilah tujuh belas anak tangga melambangkan tanggal 17

Sementara bentuk kubah-nya yang unik terpengaruh arsitektur kubah yang sedang berkembang di Persia dan India saat itu, yakni berupa Kubah Bawang. Posisi Kubah Utama dikelilingi oleh kubah kecil sebanyak empat buah yang terletak di empat penjuru. Masjid ini terdiri dari tiga lantai, di lantai dasar merupakan ruangan untuk pendidikan yang dilengkapi dengan 20 buah jendela, di mana ini merupakan simbolis atas 20 sifat ALLAH SWT. Di lantai dua digunakan untuk tempat sholat bagi perempuan, di mana terdapat dua buah tiang penyangga bangunan sebagai simbol dari dua buah itikad manusia.

Terakhir, ruang sholat utama terletak di lantai tiga, di mihrab-nya ada lima buah lubang angin sebagai simbol dari Lima Rukun Islam atau simbol dari Sholat Lima Waktu. Sementara warnanya di dominasi dengan warna hijau tua dan hijau muda. Menurut catatan sejarah, pada tanggal 26 September 1952 dilaksanakan Sholat Jum’at perdana dan yang bertindak sebagai imam dan khatib adalah KH Muhammad Natzir. Selain itu Wakil Presiden Republik Indonesia saat itu, Moehammad Hatta, turut memberikan ceramah. Kemudian pada tanggal 13 September 1953, rakyat dan pemerintah Pakistan memberikan sumbangan berupa karpet permadani sebanyak 24 helai.

Masjid Agung Syuhada Yogyakarta
Suasana Ruang Sholat Utama Usai Sholat Dhuhur (12032015)
Masjid Agung Syuhada Yogyakarta
Masjid Agung Syuhada di malam hari usai Sholat Maghrib
Masjid Agung Syuhada Yogyakarta
Foto bareng penjual-nya sesudah menikmati hangatnya Wedang Ronde Jahe di depan Masjid Syuhada usai menunaikan Sholat Maghrib. 

Hingga saat kini Masjid Agung Syuhada Yogyakarta yang memiliki luas bangunan sebesar 2.796m2 masih kokoh berdiri dengan tetap mempertahankan design serta arsitektur-nya sebagaimana aslinya. Hanya beberapa tambahan bangunan yang didirikan disekitar masjid demi menjawab kebutuhan dan pengembangan layanan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan ke Islaman.

Dan kini sebagai seorang Blogger Penjelajah Masjid yang melakukan traveling blogger bersama istri-ku "Wieka Wintari", saya menyempatkan diri dua kali menunaikan sholat lima waktu di masjid bersejarah ini, hari Senin, Sholat Maghrib (09032015) dan Kamis, Sholat Dhuhur (12032015) , menjadikan diri ini larut dalam kenangan akan perjuangan para syuhada negeri ini, semoga saja ALLAH SWT melapangkan jalan para syuhada, para pejuang dan para patriot Negara Indonesia menuju surge-NYA yang kekal…aamiinn. BTW - artikel mengenai masjid ini dan masjid lainnya yang berada di Yogya dan sempat saya kunjungi, bisa juga sahabat-sahabat blogger sedunia membaca di blog saya yang satu, yatu di http://hariyantowijoyo.blogspot.com.

Tabe, salama’ ki’
Keep Happy Blogging Always, Mari ki’ di’:-)

google+

linkedin

2 komentar

Tulis komentar
avatar
3 Juli 2017 23.53

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

Reply
avatar
3 Juli 2017 23.54

Assalamualaikum wr.wb mohon maaf kepada teman teman jika postingan saya mengganggu anda namun apa yang saya tulis ini adalah kisah nyata dari saya dan kini saya sangat berterimah kasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala atas bantuan pesugihan putihnya tampa tumbal yang sebesar 15m kini kehidupa saya bersama keluarga sudah sangat jauh lebih baik dari sebelumnya,,saya sekaran bisa menjalanka usaha saya lagi seperti dahulu dan mudah mudahan usaha saya ini bisa sukses kembali dan bermanfaat juga bagi orang lain,,ini semua berkat bantuan Mbah Rawa Gumpala dan ucapa beliau tidak bisa diragukan lagi,bagi teman teman yang ingin dibantuh seperti saya dengan pesugihan putih bisa anda hubungi di no 085 316 106 111 jangan anda ragu untuk menghubuni beliau karna saya sudah membuktikannya sendiri,karna Mbah tidak sama seperti dukun yang lain yang menghabiskan uang saja dan tidak ada bukti sedankan kalau beliau semuanya terbukti nyata dan sangat dipercay,,ini unkapan kisah nyata dari saya pak Rudi di semarang.Untuk lebih lenkapnya silahkan buka blok Mbah di šŸ£PESUGIHAN PUTIH TANPA TUMBALšŸ£

Reply